Republik Digital Indonesia

populasi penduduk indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 266 juta sember.departemenurusan Ekonomi dan Sosial PBB, dengan jumlah yang sangat tinggi tersebut maka sangat wajar jika pengguna internet di indonesia mencapai 132 juta hal ini membuktikan bahwa indonesia sedang menghadapi masalah perekonomian tahap baru yaitu dunia digital dengan adanya modernisasi dalam segala aspek kegiatan masyarakat dengan adanya pengguna internet sebanyak itu.

sedangkan pengguna aktif pada sosial media di indoesia sebanyak 130 juta sumber.Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia(APJII) sehingga menjadikan masyarakat indonesia segai masyarakat digital segala aktivitas dilakukan menggukan technologi terkini seperti penggunaan smartphone yang tinggi yang di tunjang dengan aplikasi aplikasi yang sangat membantu kebutuhan sehari har seperti Go-Jek,Traveloka,Bukalapak. banyak peluang startup bermunculan karena adanya kebutuhan masyarakat yang tinggi dalam kehidupan sehari hari sehingga masyarakat bergantung pada startup tersebut

Taukah anda rata rata penggunaan internet setiap harinya adalah 8 jam 51 menit, Penggunaan sosial media selama 3 jam 23 menit, Penonton streaming video selama 2 jam 45 menit, mendengarkan streaming musuk selama 1 jam 19 menit (sumber.we are sosial,januari 2018). Hal ini membuktikan bahwa pengaruh dunia digital sangatlah tinggi dari yang awalnya kebutuhan sekunder kini dunia menjadi kebutuhan primer.

tahukah anda  dalam 60 detik saja rata rata pengguna internet dapat melakukan
1.  selama 60 detik ada 481.000 kicauan di twitter
2. selama 60 detik terdapat 174.000 scrolling instagram
3. selama 60 detik 38.000.000 pesan terkirim di whatsapp
4. selama 60 detik 18.000.000 teks sms terkirim
5. selama 60 detik 973.000 login facebook
6. selama 60 detik 4.3000.000 nonton video di youtube
7. selama 60 detik ada 3.700.000 pencarian pada google
8. selama 60 detik ada 3.700.000 email terkirim
9. selama 60 detik 1.100.000 mencari pasangan di tinder
sumber www.allacess.com

Pemerintah indonesia khususnya MENKOMINFO nguturakan mengubah posisinya atau perannya dari regulator menjadi fasilitator dan menjadi akselerator bagi startup yang ada pada zona middle seperti HARUKAEDU, HALODOC, URBANHIRE, RUANGGURU, TADA, dll. namun belum mencapai UNICORN INDONESIA , sehingga pada tanggal 9-10 Mei 2018 MENKOMINFO menggelar acara The 1st NEXTICORN International Summit di Nusa Dua Bali sedangkan investor global juga didatangkan pada acara tersebut agar dapat ber investasi pada pasar yang besar di indonesia.Pemerintah membangun ekosistem yang sehat seperti memadukan e-commerce dengan teknologi, logistik dengan teknologi, kesehatan dengan teknologi.

 

Pada acara The NextICorn International Summit hadir juga 4 CEO Unicorn Indonesia  untuk pembuka pintu interaksi startup lokal kepada investor global. Ilheon Park sebagai Investment Team of GS Shop South korea mengutarakan bahwa “Ini pertama kalinya saya datang kesini, pertama kali bertemu dengan start-up lokal dari indonesia dan saya sangat kagum atas kualitas tim, antusiasme, dan ide-ide yang di kembangkan oleh start up Indonesia serta daya tarik yang telah mereka bangun”, selain Ilheon park adapun Stefani Adams sebagai Innovation Partner of Australia Post mengutarakan pendapatnya mengenai acara The 1st NextICorn International Summit yang di adakan di Nusa Dua Bali tersebut Stefani Adams mengatakan bahwa NextIcorn adalah peluang untuk melihat pemerintah Indonesia bersama dengan start-up lokal bertemu dengan investor dari berbagai negara, beliau juga terkesan dengan start-up yang unggul di Indonesia yang didukung oleh pemerintah indonesia yang mendukung dan progresif terhadap start-up lockal

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bersama Himasif : Berfikir cerdas, Melakukan dengan Ikhlas, Bergerak Penuh Semangat